TEORI KEPERAWATAN RAMONA T MERCER

Published November 4, 2011 by endahekawati

A. PENGERTIAN

Teori Mercer (2004) mengemukakan mengenai pencapaian peranan ibu,yang ditempatkan dengan lingkaran sarang Bronfenbrenner (1979) mengenai mikro sistem,ekosistem dan makro sistem.
1. Lingkungan yang mana pencapaian peranan ibu adalah mikro sistem yang meliputi keluarga,dan faktor-faktor seperti fungsi keluarga,hubungan ayah-ibu,dukungan sosial,dan tekanan. Variabel-variabel yang ada dalam mikrosistem berinteraksi satu atau lebih pada variabel-variabel yang lain yang akan mempengaruhi peranan ibu. Bayi sebagai sebuah individu dimasukkan dalam sistem keluarga. Keluarga adalah dipandang sebagai sebuah sistem semiclosed yang menjaga batasan-batasan dan mengkontrol perubahan yang terjadi di dalam antara sistem keluarga dan sistem sosial.
2. Ekosistem,pengaruh,dan membatasi mikrosistem, tetapi ekosistem menentukan dalam bagian apa yang terjadi pada perkembangan peranan ibu dan anak.
3. Makrosistem mengacu pada prototype umum yang ada dalam sebuah budaya yang dipindahkan dalam konsistensi budaya.
Pencapaian peranan ibu adlah sebuah proses yang mengikuti empat tahapan pada akuisisi peranan (diadaptasi dari Thorn dan Nardi,1975)
1. Anticipatory-memulai dengan penialaian sosial dan psikologikal pada peranan dengan mempelajari pengalaman-pengalaman pada peranan. Ibu berfantasi mengenai peranan, berhubungan dengan janin dalam rahim dan memulai memerankan peranan.
2. Formal-memulai dengan asumsi pada peranan pada saat melahirkan;perilaku peranan dipandu oleh formal,harapan konsensual pada yang lain dalam sistem sosial ibu.
3. Informal-memulai sebagai ibu mengembangkan cara unik berhubungan dengan peranan yang tidak diyakini oleh sistem sosial.
4. Personal-pengalaman ibu akan harmoni,kepercayaan diri, dan kompetensi dalam cara ia melakukan peranan,peranan keibuan yang dicapai.
Awal penelitian Mecer,ia mengambil teori interaksi Mead mengenai diri dan teori sistem umum Bertalanffy. Seperti dalam penelitiannya yang dikembangkan ke dalam pencapaian pada peranan ibu, ia juga menggabungkan penelitian Werner dan Erikson dengan Burr dan teori-teori yang berhubungan untuk mengembangkan sebuah kerangka toerikal pada teori peranan dari sebuah pendekatan interaksi. Penelitian Reva Rubin pada pencapaian peranan ibu dan penelitian Mercer yang dilakukan pada variabel-variabel yang berbeda akan mempengaruhi peranan ibu dan juga menjadi sumber-sumber literatur teori utama.
Mercer menggunakan banyak alat pengukuran untuk melakukan pengujian-pengujian di bawah investigasi dalam penelitian peranan ibu,untuk mengukur awal kelahiran dan kelahiran bulan pertama,ia menggunakan prediksi E.R.Broussard dan Hartner mengenai hasil neonatal dan penilaian persepsi dan kemudian ia menggunakan Degree of Bthersome Inventory untuk mengukur tekanan yang berhubungan dengan perilaku bayi. Alat pengukuran Samko dan Schoenfeld diadaptasi dari Mercer dan Marut untuk 29 item kuisioner untuk menilai pengaruh pada persepsi pada pengalaman melahirkan. Kusioner Leifer’s How I Feel About My Baby digunakan untuk mengukur pencapaian pada 1,4,8 dan 12 bulan. Ia juga menggunakan Leifer’s Child – Trait Checklist pada bulan 1 (pertama) karena pada bulan ini mewakili perilaku seperti digambarkan oleh Gottlieb (1978), Robson dan Moss (1961,1982). Ways Parents handle Irritating Behavior Schale adalah digunakan untuk membedakan antara orang tua abusive/kasar dan non abusive/tidak kasar. Perilaku ibu dalam sstudi Mercer diukur dengan sebuah adaptasi dari skala Blank (1974).
Untuk mengukur tekanan sosial, Mercer menggunakan Life Experience Survey oleh Sarason, Johnson dan Siegel (1978). Ia juga menggunakan Checklist of Bothersomse Factors untuk merefleksikan tekanan bayi dalam transisi pada orang tua seperti yang dikembangkan oleh Hobs dan Cole (1979). Tujuh item sub scale diambil dari Hobbs Checklist, berhubungan dengan perubahan dalam hubungan pangan , digunakan selama periode test delapan bulan. Sebuah adaptasi Burr dan yang sejenis (1979) Scale of role Strain digunakan sebagai sebuah refleksi tekanan dalam peranan orang tua pada bulan ke 4,8, dan 12. Mercer juga menggunakan 12 item’s skala empat dari 96 item Stotland oleh proyek prediksi Disbrow’s Child Abuse.
Untuk mengukur kekakuan ibu, ia menggunakan 15 item skala yang dibuat oleh L arsen (1966). Temperamen ibu diukur dengan menggunakan 140 item Thomas, Mittelman, dan Chess dalam Early Adult Life Temperament Questionnaire. Kuisioner ini dipilih karena isomorphism yang tinggi dengan kuesioner Carey Infant Temperamen yang digunakan untuk mengukur temperamen bayi (Carey 1970, Carey dan Mc Devitt 1978). Tennessee Self Concept Scale (TSCS) adalah dipilih oleh Mercer untuk mengukur konsep diri ibu, integrasi personaliti, dan skala orang yang dikembangkan oleh Disbrow dan yang sejenis (1977) dan Maternal Attitude Scale (MAS) dikembangkan oleh Cohler dan yang sejenis (1970) digunakan untuk semua variabel.
Dalam penelitiannya mengenai pengaruh antepartum stress pada ibu dan status kesehatan ayah, hubungan pasangan dan hubunngan keluarga, sebuah pendekatan perkembangan keluarga digunakan untuk mempelajari perubahan dari kehamilan lebih dari 8 bulan post partum dengan sistem keluarga dan subsistem. Pengukuran yang digunakan dalam studi ini adalah Familly Function Scale; Leifer’s How I Feel Aboout My Baby Schale;Davies and Ware’s General Health Index;Revisions of Hobel’s Pregnancy,Intrapartal,and Newborn Risk Scores;Norbeck’s revision of the Life Experiences Survey;Rosenburg’s Self Esteem Scale.
Dasar-dasar Mercer dalam teorinya untuk pencapaian peranan ibu pada faktor-faktor berikut ini:
• Pencapaian peranan ibu sebuah interaksional dan proses perkembangan yang terjadi selama periode tertentu, yang mana ibu menjadi lebih dekat dengan bayinya, ini akan membutuhkan kompetensi dalam tugas keperawatan yang memerlukan peranannya dan mengekspresikan kesenangan dan gratifikasi dalam peranannya. Pergerakan personal yang mana ibu mengalammi sebuah harmoni , kepercayaan diri dan kompetensi bagaimana ia melakukan peranannya adalah poin akhir pada pencapaian peranan ibu identitas keibuan.
• Usia ibu kronologikal dan perkembangan.
• Persepsi pada pengalaman melahirkan sebuah persepsi wanita pada performanya selama mengandung dan melahirkan
• Pemisahan awal ibu dan bayi, pemisahan ibu setelah melahirkan dikarenakan sakit dan atau prematur.
• Penghargaan diri”sebuah persepsi individu pada bagaimana pandangan yang lain dan penerimaan diri pada persepsi.
• Konsep diri “Keseluruhan persepsi pada diri yang meliputi kepuasan diri, penrimaan diri ,menghargai diri dan kecocokan dan ketidak cocokan antara diri yang ideal.
• Fleksibilitas peranan tidak digabungkan bagaimanapun siapa yang mengisi peranan adalah tidak penting. “fleksibilitas pada sikap melahirkan anak meningkatakan dengan perkembangan. Ibu yang lebih tua memiliki potensial untuk merespon sedikit kaku pada bayi dan untuk melihat tiap situasi yang berhubungan dengan nuansa unik.
• Sikap childearing sikap ibu atau kepercayaan mengenai childearing.
• Status kesehatan “persepsi ibu dan ayah pada kesehatan mereka sebelumnya, kesehatan mereka sekarang, kesehatan mereka dimasa akan datang, kekebalan terhadap penyakit, kecemasan akan kesehatan, orientasi sakit dan penolakan pada peranan sakit.
• Kecemasan “sebuah sifat yang mana terdapat kecenderungan untuk menerima situasi penuh tekanan sebagai sesuatu yang berbahaya dan mengancam dan seperti situasi khusus
• Depresi “memiliki sejumlah gejala depresi dan khususnya komponen affective pada pikiran depresi
• Peranan sifat konflik dan kesulitan untuk merasakan oleh wanita dalam memenuhi kewajiban peranan sebagai seorang ibu.
• Kasih sayang sebuah komponen pada peranan orang tua dan identifikasi. Kasih sayang dipandang sebagai sebuah proses yang meningkatkan kasih sayang dan komitmen emosional pada seorang individu yang terbentuk.
• Temperamen bayi sebuah temperamen mudah versus temperamen sulit itu berhubungan apakah bayi mengirimkan sulit untuk membaca petunjuk memunculkan peranan ketidak kompetensian dan frustasi pada ibu.
• Status kesehatan bayi sakit disebabkan pemisahan ibu dan bayi interfensi dengan proses kasih sayang
• Karakteristik bayi temperamen,penampilan, dan status kesehatan
• Keluarga “sebuah sistem dinamis yang meliputi sub sistem-individual(ibu,ayah,janin) dan (ibu-ayah,ibu-bayi/janin, dan ayah-janin/bayi) yang mana secara keseluruhan merupakan sistem keluarga.
• Fungsi keluarga pandangan individu pada aktifitas dan hubungan antara keluarga dan sub sistemnya dan unit sosial yang lebih luas.
• Stess/tekanan secara positif dan negara menganggap kehidupan kejadian dan variabel lingkungan
• Dukungan sosial “jumlah bantuan yang diterima, kepuasan dengan bantuan yang didapatkan dan seseorang (jaringan) dalam menyediakan bantuan. Empat area dukunngan sosial sebagai berikut
Dukungan emosional “perasaan dicintai,diperhatikan,dipercaya,dan dimengerti
Dukungan informasional “membantu individual dengan memberikan informasi yang berhubungan dengan permasalahan dan atau situasi
Dukungan fisik “sebuah hal yang baik dalam bantuan
Penilaian dukungan “sebuah dukungan yang menceritakan peranan yang diambil bagaimana ia akan melakukan peranan itu,itu akan dapat membuat individu untuk mengevaluasi dirinya yang berhubungan dengan performa lain dalam peranan.
• Hubungan ibu dan ayah persepsi pada hubungan pasangan yang meliputi nilai –nilai yang ada tujuan dan persetujuan antara dua tersebut.
• Budaya cara total dalam mempelajari kehidupan dan melaluinya dari generasi ke generasi

B. FOKUS
Fokus utama dari teori mercer (maternal role Attainment-becoming a mother) adalah gambaran proses pencapaian peran ibu dan proses menjadi seorang ibu dengan berbagai asumsi yang mendasarinya. Model ini juga menjadi pedoman bagi perawat dalam melakukan pengkajian pada bayi dan lingkungannya,digunakan untuk mengidentifikasi tujuan bayi, memberikan bantuan terhadap bayi dengan pendidikan dan dukungan, memberikan pelayanan pada bayi yang tidak mampu untuk melakukan perawatan secara mandiri dan mampu berinteraksi dengan bayi dan lingkungannya. Adapun asumsi-asumsi utama Mercer dalam pencapaian peranan ibu sebagai berikut:
1. Sebuah “core self/diri relatif stabil” diperlukan melalui sosialisasi yang panjang dalam kehidupan, menentukan bagaimana seorang ibu menjelaskan dan melihat kejadian-kejadian, persepsinya pada respon bayinya dan yang lain untuk peranan keibuan yang ia lakukan sejalan dengan situasi kehidupannya, adalah realitas dunia yang mana ia harus menanggapinya.
2. Disisi lain pada sosialisasi ibu, tingkat perkembangannya dan karakteristik personal bawaan juga akan mempengaruhi respon perilaku.
3. Peranan partner ibu, bayinya akan merefleksikan kompetensi ibu dalam peranan keibuan melalui pertumbuhan dan perkembangan.
4. Bayi dianggap sebagai sebuah partner aktif dalam proses pengambilan peranan ibu, akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh peranan.
5. Identitas ibu berkembang sejalan dengan kasih sayang ibu dan lainnya tergantung pada yang lain.
Mercer tidak menjelaskan nursing/keperawatan tetapi ia lebih menjelaskan pada keperawatan sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang muncul dari sebuah yang palling banyak memiliki interaksi dengan wanita dalam siklus keibuan. Perawat bertanggung jawab dalam perkembangan dan berbagi strategi penilaian untuk para klien ini. Perawat obstetrical menurut Mercer adalah diagnosis dan perawatan pada respon wanita dan laki-laki pada permasalahan kesehatan yang ada selama kehamilan saat melahirkan dan periode setelah melahirkan.
Mercer tidak secara khusus menjelaskan person/orang tetapi mengacu pada self/diri atau core self/diri sendiri secara mendasar. Ia memandang diri terpisah dari peranan yang dimainkan. Melalui individu ibu,seorang wanita mungkin akan mendapatkan kembali ‘personhood’ ketika ia memperhitungkan dirinya “self/diri dari hubungan ibu-bayi. Core self/diri sendiri muncul dari sebuah konteks budaya dan menentukan bagaimana situasi dijelaskan dan dibentuk.
Dalam teori Mercer menjelaskan status kesehatan sebagai persepsi ibu dan ayah pada kesehatan mereka sebelumnya, kesehatan mereka sekarang kesehatan mereka masa akan datang, kekebalan penyakit,kecemasan yang berhubungan dengan kesehatan,orientasi sakit, dan penolakan pada peranan sakit. Status kesehatan pada kelahiran baru adalah perluasan patologi sekarang dan status kesehatan bayi oleh tingkat orang tua pada kesehatan secara keseluruhan. Status kesehatan pada sebuah keluarga adalah secara negatif dipengaruhi olehtekanan antepartum. Status kesehatan adalah sebuah pengaruh yang penting secara tidak langsung pada kepuasan hubungan dalam keluarga yang baru melahirkan.
Mercer tidak menjelaskan lingkungan. Ia bagaimanapun menjelaskan budaya individu, pasangan, keluarga dan jaringan dukungan dan ukuran pada jaringan itu yang mana itu berhubungan dengan pencapaian peranan ibu. Sebuah cinta pasangan ,dukungan dan pola asuh juga merupakan hal yang penting yang mana ini kan dapat membuat wanita untuk dapat menjadi seorang ibu bagi anaknya. Respon pada pasangan, orang tua, kerabat lain dan teman teman adalah dievaluasi dengan peranan yang diambil. Respon mendukung memberikan sangsi untuk peranan keibuan mereka dan terlihat untuk berkomunikasi secara percaya diri dalam kemampuan mereka menjadi ibu. Pasangan,keluarga, dan teman –teman adalah diidentifikasi sebagai sumber meniru dan membantu untuk ibu baru.

C. IMPLIKASI
Mercer menggunakan baik deduktif logis dan induktif logis dalam mengembangakan kerangka teoritikal untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian peranan ibu dalam tahun pertama menjadi seorang ibu.
Logis deduktif adalah didemonstrasikan dalam penggunaannya pada penelitian dari para peneliti yang lain dan disiplin ilmu lain. Baik peranan dan teori perkembangan dan penelitian R.Rubin on Maternal Role Attainment memberikan sebuah dasar untuk kerangka penelitian ini.
Mercer juga menggunakan logis indikatif dalam perkembangan pada pencapaian peranan ibu. Melalui praktek dan penelitian, ia mengamati adaptasi pada ibu dari sebuah variasi keadaan tertentu. Ia mencatat bahwa perbedaan yang ada dalam adaptasi pada ibu ketika ibu sakit komplikasi setelah melahirkan, ketika anak terlahir cacat, dan ketika seorang remaja menjadi seorang ibu. Observasi ini mengarahkan pada penelitian mengenal semua situasi dan selanjutnya perkembangan pada kerangka teoritikalnya.
Konsep teori mercer ini dapat diaplikasikan dalam perawatan bayi baru lahir,terutama pada kondisi psikososial dan emosional bayi baru lahir masih sering terabaikan. Model konseptual Mercer memandang bahwa sifat bayi berdampak pada identitas peran ibu. Respon perkembangan bayi baru lahir yang berinteraksi dengan perkembangan identitas peran ibu dapat diamati dari pola perilaku bayi. Beda dengan Rubin yang melakukan penulisan pencapaian peranan dari poin pada penerimaan pada kehamilan pada postpartum bulan 1 (pertama); Mercer melihat diluar itu yang mana periode ke 12 post partum. Mercer menghadirkan sebuah model empat tahapan yang terjadi dalam proses pencapaian peranan ibu selama tahun pertama menjadi seorang ibu. Empat tahapan adalah diberikan label sebagai berikut:
 Tahap penyembuhan fisik, terjadi daari kelahiran pada bulan pertama
 Tahap pencapaian dari bulan ke 2 sampai 4 atau 5
 Tahap gangguan terjadi dari bulan ke 6 samapai 8
 Tahap pengenalan dari setelah delapan bulan dan sampai satu tahun kedepannya

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: